Cara Setting CloudFlare (CF)

Cara Setting CloudFlare (CF)

Cara Setting CloudFlare sangatlah gampang, yang kita perlu siapkan hanyalah DNS domain kita saja. Selanjutnya CloudFlare yang akan melakukan pekerjaan lainya.

Contoh, saya memiliki domain sayangcumamimpi.com dengan dns ns1.iixmedia.com dan ns2.iixmedia.com

DNS hosting biasanya ns1.namahosting.com dan ns2.namahosting.com.

Setelah kita mendaftar akun gratis di CloudFlare, selanjutnya kita login dan memasukan domain yang ingin kita akselerasi.

cf1

Selanjutnya CloudFlare akan melakukan scanning terhadap dns record domain, mereka akan meminta waktu sekitar 60 detik.

Setelah domain kita berhasil di tambahkan klik, Continue Setup. Akan muncul record dari domain kita, kita bisa memilih record mana saja yang akan masuk ke jaringan CloudFlare.

Saya sendiri membiarkan setting record secara default, selanjutnya klik:

cf2

Selanjutnya, CloudFlare akan meminta plan apa yang akan kita pakai. Saya memilih yang gratis.

cf3

Untuk mendapatkan performa maksimal, lakukan setting seperti di bawah, lalu klik Continue.

cf4

Langkah selanjutnya adalah melakukan update DNS, CloudFlare akan meminta kita mengubah DNS domain dengan yang mereka berikan.

cf5

kemudian login ke domain panel anda dan update Name Server domain nya menjadi :
dawn.ns.cloudflare.com dan ray.ns.cloudflare.com

Jika sudah update, klik tombol hijau I’ve update my nameserver.

Setting selesai, selanjutnya kita tunggu sekitar lima menit agar CloudFlare bekerja.
Cara Menggunakan CloudFlare

Kita bisa melakukan pengaturan lanjut di cloudflare, seperti bloking negara tertentu atau ip tertentu.

Caranya, setelah kita login ke CloudFlare, klik Threat control.

Jika target visitor kamu adalah Indonesia, dan ingin agar semua visitor indonesia lolos atau di bypass dari spam filter. Pada Custom Rule kita bisa melakukan itu.

Fungsi CloudFlare (CF)

1. CDN dan Menghemat Bandwidth

CloudFlare menyebarkan semua konten statis dari web (css, gambar, js, dll), dan meyenarkannya ke seluruh data center CloudFlare. Selain membuat loading website semakin cepat, karena visitor loading file statis dari datacenter terdekat, dengan CDN kita juga bisa menghemat bandwidth.

2. Mempercepat Loading Website

Meskipun kita sudah mengoptimalkan loading website atau memakai cache plugin seperti w3 total cache, kenyataannya website kita bisa lebih cepat lagi loadingnya.

CloudFlare memiliki fitur yang bernama Rocket Loader.
Rocket Loader secara otomatis akan mengoptimalkan halaman website dan memastikan script pihak ketiga tidak membuat loading halaman lebih lambat.

Normalnya, web yang tidak memakai CloudFlare akan melakukan loading sampai semua request berhasil diterima. Web yang memakai CLoudFlare, request yang pertama di loading adalah elemen internal website, stop, lalu ketika visitor request script lain, script lain tersebut akan di loading.

Jika diibaratkan orang yang sedang makan. Web yang tidak memakai CloudFlare adalah orang memakan semua makanan yang ada dalam sekali makan tidak peduli dia ingin atau tidak. Web yang memakai CloudFlare adalah orang yang memakan makanan ketika dia menginginkannya.

Hebatnya, CloudFlare juga bisa meminimalkan request. Artinya loading website bisa lebih cepat lagi dan bisa menurunkan CPU usage hosting.

3. Mengamankan Website

Jika kamu adalah orang seperti saya yang kesal dengan spamer dan tidak tahu bagaimana caranya mengamankan website. Kita bisa memanfaatkan CloudFlare.
CloudFlare, selain CDN, juga bertindak sebagai web security. Mereka bisa menjadi firewall jika ada yang menyerang web kita.
Hebatnya kita bisa memakai fitur security saja tanpa CDN atau sebaliknya.
Selain itu kita juga bisa memblok no ip atau negara tertentu.
security CloudFlare terdapat 5 level, Off, Low, Medium, High, dan I’m under attack.

Pengertian Cloudflare (CF)

CloudFlare adalah layanan CDN dan security web. Setiap webmaster bisa mendapatkan CloudFlare dengan gratis, meskipun gratis, tetapi layanan yang diberikan tetap maksimal. Selain pilihan gratis CloudFlare juga memiliki paket Pro, Business, dan Enterprise.

CDN atau Content Delivery Network adalah sistem terdistribusi server yang ada di berbagai data center di internet dengan tujuan untuk menyediakan konten yang cepat kepada end-user.

Biasanya konten yang disebarkan melalui CDN adalah konten statis.

Gampangnya, CDN menyebarkan konten statis web keberbagai data center, ketika user meloading konten statis dari web (gambar, js, css, video, dll), user akan menerima konten dari lokasi terdekat dari CDN, bukan dari server web.

Di Indonesia CloudFlare memang tidak begitu populer, tetapi menurut data yang saya baca. 25% total internet melewati jaringan CloudFlare.

Artinya, CloudFlare memiliki client yang sangat banyak. Setiap harinya ada sekitar 1500 pendaftar baru di CloudFlare.