prestashop

HTTP 500 Internal Server Error – Explained and Solved – Prestashop

HTTP 500 Internal Server Error – Explained and Solved – Prestashop

prestashop

We’ve all seen it. As common as it is infamous, the dreaded HTTP 500-Internal Server Error will turn an online-store owner’s smile to a confused frown with one click. The harbinger of lost sales, it stonewalls your customers’ ability to browse your store and purchase products. For web-developers, this error is a nightmare, creating a frenzied scurry to get your store back online.

As horrific as it sounds, it’s not all that scary. I’ll explain the Error and provide troubleshooting ideas for your PrestaShop store. The next time you see this error, instead of hiding under your blanket, you’ll be prepared to act fast, fix the issue and continue to make sales.

How to recognize the Error 500

First, we need to go over the different ways you might see this error message on your computer. There are different forms of this message because each host/server is allowed to customize the way it’s displayed. Here are some common ways you might see this error.

“500 Internal Server Error”
“HTTP 500 – Internal Server Error”
“Internal Server Error”
“HTTP 500 Internal Error”
“500 Error”
“HTTP Error 500?

Most times you will see this message accompanied by various forms of this classic ambiguous line
“The server encountered an unexpected condition that prevented it from fulfilling the request by the client”

It’s important to note that this error can be shown on any browser and any operating system (sorry, but switching to the new Mac Pro will not solve this problem) Here is a screenshot of one of the ways this error might be displayed on your browser.

Internal error server

What is the 500 Error?

Put simply, the 500 error is the Web servers way of saying “Something went wrong but I can’t tell you what, sorry.” This is what we call a “server-side” error. That means that there is something wrong with the server who is hosting the website. It is an extremely general error usually caused by configuration issues with the websites programming, PHP or system permissions.
How Can I Troubleshoot?

Don’t fret; although this error message is absurdly vague, you still have ways to find more information. Web servers are almost always configured to hide specific error messages. If your PrestaShop store is suffering from this debilitating error, you can turn on PrestaShop’s Error Reporting from FTP or your hosting’s CPanel to get more details.

There are two ways to turn on Error Reporting in PrestaShop depending on what version you have.

For PrestaShop v1.4 through v1.5.2

  • Open config/config.inc.php
  • On or around line 29 you will find this line

@ini_set(‘display_errors’, ‘off’);
Change that line to read
@ini_set(‘display_errors’, ‘on’);

For PrestaShop v1.5.3+

  • Open config/defines.inc.php
  • On or around line 28 you will find this line

define(‘_PS_MODE_DEV_’, false);
Change that line to read
define(‘_PS_MODE_DEV_’, true);

Once you enable error reporting through your FTP or CPanel, you can navigate back to your PrestaShop’s front or back office and reproduce the error or issue you are having. For example, if you are not able to access your website because of the 500 error, you will need to turn on error reporting and refresh the page(s) that had the error. There will be additional information that you can use to investigate the problem.

Investigating the Error

Once you have the additional information, there are some standard ways to further investigate the error. First, let’s go over some the most common ways this problem is caused. Once we find the cause of this error, it is much easier to solve.

Permissions: Many times you will find that the permission setting on one of your folders is set incorrectly. It could be a simple fix as switching a file/folder permission from 777 to 755 or vice versa. In most cases permission sets of 777 are extremely unsafe and can allow even an amateur hacker to access your files and put malicious code in it. Make sure to check with your hosting provider for specific information about permissions set as some servers have different regulations.

Incorrectly configured .htaccess: Oftentimes you will receive an internal server error when the htaccess file is configured incorrectly. For PrestaShop purposes, the main culprits of the htaccess errors are “URL Rewrite” settings or Friendly URL enabling. The htaccess syntax is very strict so even one wrong character or command will cause the server to return an Internal Error 500. Make a backup of your htaccess and regenerate the htaccess file either through the back office or by toggling the Enable Friendly URL option.

Server timeout: Every server has their own timeout setting, which sets the time that any given script can run. If the function or script crosses that limit, you will receive an error 500. The most common scripts in PrestaShop that can take too long to load are CSV Imports, backups, translation loading, import/exports and thumbnail regeneration. Many times the server limit is 30 seconds, which is not long enough to run these scripts. You should contact your hosting provider and inquire about changing the limit, at least temporarily.

Now, if the problem is not solved by investigating these common causes, you should also take a look at the Apache and PHP Error logs. These are provided by your hosting provider but sometimes you will need to contact them directly in order to have access to these log files.

Cara mengatasi masalah Blank Page pada Prestashop

Cara mengatasi masalah Blank Page pada Prestashop

prestashopBiasanya atau mungkin anda pernah mengalami , ketika anda mengakses website prestashop anda ternyata web tidak bisa di akses atau hanya blank page, begitu juga ketika akses admin dari website nya sama blank page juga.

jangan khawatir dan panik , biasanya memang web prestashop tersebut mengalami masalah atau errror, namun massage / pesan error nya tidak di tampilan di web nya.

 

Cara yang dilakukan sebagai berikut :

  • login ke cpanel hosting nya
  • kemudian pilih filemanager
  • kemudian pilih public_html
  • setelah itu cari dan masuk ke folder Config
  • selanjutnya cari file config.inc.php , lalu klik kanan di file tersebut lalu pilih code edit.

cari code berikut :

@ini_set(‘display_errors’, ‘off’);
define(‘_PS_DEBUG_SQL_’, false);

ganti jadi

@ini_set(‘display_errors’, ‘on’);
define(‘_PS_DEBUG_SQL_’, false);

  • setelah itu refresh browsernya atau akses web nya kembali, nanti akan muncul errornya
  • tinggal di telusuri errornya dimana dan di benarkan

semoga dapat membantu 🙂

Cara Terbaik meningkatkan SEO website

SEO adalah kependekan dari Search Engine Optimization, suatu teknik agar website yang kita buat mudah ditemukan melalui search engine seperti Google, bing , yahoo dan yang lain nya. dan menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu. hal ini sangat penting apalagi jika kita berbisnis online , agar bisa meningkatkan visitor yang datang dan melihat produk produk yang kita jual lewat website yang kita punya, baik self website , wordpress , joomla, prestashop dan yang lain nya.

berikut beberapa cara meningkatkan SEO untuk website kita .

1. Update Artikel Setiap Hari

Selalu meng-update artikel adalah pekerjaan wajib sebagai blogger/admin misalnya, dan tentunya artikel tersebut adalah artikel yang sangat memiliki nilai pikat yang tinggi. Tidak usah terlalu banyak menulis artikel akan tetapi cukup satu atau dua saja yang diupdate, asal itu adalah artikel yang fresh dan memang sedang dicari-cari orang (masih hangat dibicarakan oleh media). Tujuannya adalah agar situs  tetap terlihat hidup.

2. Submit Artikel ke Sosial Bookmark

Alat promosi yang memang sangat ampuh adalah submit artikel ke berbagai sosial bookmark. Banyak sosial bookmark yang tersedia di internet, misalnya Lintas.me,Infogue.com,Antarblog.com dan masih banyak lagi yang lainnya. jika kalian beruntung dan masuk dalam jajaran 10 Top Hits, maka kalian akan cepat kebanjiran banyak pengunjung.

Read More »

Cara Submite domain (blogger,WordPress,Joomla) ke banyak search engine

Cara Submite domain (blogger,WordPress,Joomla) ke banyak search engine

ketika kita memiliki domain atau sebuah website sangat penting sekali untuk mendaftarkan url / link domain kita ke search engine agar isi dari website kita terindeks oleh search engine seperti google, bing, yahoo dan yang lain nya, apalagi jika  website kita berupa blooger, wordpress atau joomla , sangat perlu sekali untuk men submite website kita. dan dapt juga meningkatkan SEO dari web kita.

langsung saja caranya sebagai berikut :

1. daftarkan domain / url web anda di http://www.freewebsubmission.com

  • buka browser kemudian ketikan http://www.freewebsubmission.com
  • setelah itu di area bagian Free Web Submission isikan web url, name dan e-mail address , serta ceklist agreement nya seperti gmabr di bwah ini :

seo

  • kemudian klik tombol submite your site
  • kemudian nanti akan di kirimkan link activasi nya ke mail yang telah didaftarkan
  • login ke mail nya, cek di inbox / di junk mail , kemudian buka e-mail nya yang dari freesubmission lalu klik link aktivasi nya, nanti akan muncul bahawa e-mail nya sudha terverifikasi
  • klik tombol Submit YOur Site
  • tinggal di tunggu proses nya.

2. daftarkan domain / url web anda di http://http://www.submitexpress.com

  • buka browser kemudian ketikan http://www.submitexpress.com/free-submission.html
  • setelah itu isi URL ( alamat website anda) , e-mail, name , phone, country dan capca kode nya, kemudian centang juga untuk agreement nya seperti gambar berikut :

seo1

  • kemudian ikuti petunjuk berikut nya.

semoga dapat membantu 🙂

Cara upload ke hosting ( mengonlinekan ) wordpress , joomla dan website yang offline

Biasanya sebelum anda membuat suatu website online baik website berupa cms seperti joomla, wordpress, prestashop ataupun website dengan basis php / CI buatan sendiri anda biasanya membuat nya dengan di pc anda / offline terlebih dahulu, dan biasanya di buat sampai sempurna di local / offline baru nantinya di upload ke hosting untuk di online kan.

Adapun untuk langkah – langkah nya sebagai berikut :

I. Cara upload WordPress

  1. buatlah / compress file wordpress atau folder wordpress yang di local pc anda ( offline ) di compress sampai berbentuk zip. ( file wordpress yang akan di online kan / di upload ke cpanel ), jangan berbentuk rar karena di filemanager nantinya akan di ekstarct dan filemanager biasanya support untuk ekstensi file .zip
  2. kemudian masuk ke phpmyadmin local ( misal phpmyadmin di XAMPP atau di WAMP ), kemudian pilih menu eksport di database wordpress yang akan di onlinekan , di eksport berbentuk .sql
  3. selanjutnya buka cpanelnya , kemudian buka menu filemanager nya , kemudian masuk ke public_htmlnya.
  4. lalu pilih menu upload dan uploadkan file wordpress.zip yang di langkah pertama tadi, jika sudah di upload pilih menu ekstarct , jika sudah di ekstrak maka file-file wordpress anda sudah terupload di cpanel nya.
  5. selanjutnya kembali ke home cpanel nya, pilih menu MYSQL Databases, kemudian buat database baru (create new database, create juga user yang baru ( Add New User ), menghubungkan user dan database nya (Add User To Database) dan pilih grant ( trigger ) nya biasanya pilih all . Read More »