WiFi Edimax Tawarkan Koneksi 433 Mbps

Jakarta – Edimax Technology meluncurkan sebuah perangkat WiFi yang menyediakan tiga fitur dalam satu produk. Ketiga fitur yang dimiliki EW-7288APC ini adalah extender alias penguat sinyal, access point, dan WiFi Bridge.

Desainnya juga cukup unik karena sekilas mirip lampu senter yang diletakkan berdiri. Pengoperasian EW-7288APC tergolong mudah karena peranti ini ditujukan untuk pengguna rumahan.

Tak hanya mampu beroperasi untuk frekuensi 2.4 GHz, WiFi router ini juga mendukung koneksi standar baru 11ac 5GHz. Sehingga bisa menjadi jaringan nirkabel dual-band.

Menurut Parman Iskak, President Director Edimax Indonesia, dengan kemampuan untuk menyediakan akses nirkabel 5 GHz maka memudahkan pengguna mobile seperti smartphone atau tablet untuk selalu online ketika terkoneksi perangkat WiFi ini.

“Pengguna juga bisa memperoleh akses internet lebih cepat karena EW-7288APC dilengkapi dengan kecepatan akses data hingga 433 Mbps atau 150 Mbps pada mode 11a/n,” jelasnya dalam keterangan yang diterima detikINET, Senin (1/12/2014).

EW-7288APC juga telah mendukung standar 5GHz IEEE802.11a/n sehingga cocok bagi mereka yang memainkan game online, video streaming, atau aktivitas online lain yang memerlukan bandwidth besar.

Selain itu, Edimax juga meriilis Smart WiFi Extender EW-7438RPn. Perangkat ini berfungsi sebagai WiFi extender atau penguat sinyal untuk memperluas jangkauan jaringan nirkabel yang berukuran kecil. Peranti ini dilengkapi dengan aplikasi pendamping EdiRange untuk mobile platform Android dan iOS.

Jika dipadukan dengan access point nirkabel Edimax EW-7288APC, maka EW-7438RPn bisa membantu pengguna rumahan untuk selalu terhubung ke internet. Karena bentuknya yang mungil, extender ini dapat dibawa ke kamar tidur, teras, atau di sekitar rumah.

“Kami memberi solusi kepada konsumen untuk selalu terkoneksi dengan internet. Produk-produk ini bisa didapatkan di toko komputer terdekat dan online store seperti Bhineka.com, Lazada, dan lainnya. Harganya juga sangat terjangkau sekitar Rp 500 ribuan,” pungkas Parman.

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/12/01/174402/2764436/317/wifi-edimax-tawarkan-koneksi-433-mbps

Teknologi ‘Awan’ di Pertemuan Pemimpin Dunia G20

Jakarta – Pertemuan pemimpin dunia G20 di Brisbane, Australia, sudah berlalu. Namun cerita di balik layar pertemuan tersebut masih muncul, termasuk soal penerapan layanan komputasi awan.

Acara yang juga diikuti oleh Presiden RI Joko WIdodo itu disebutkan sebagai acara G20 pertama yang menerapkan layanan cloud computing (komputasi awan).

Dimension Data — perusahaan di balik penyelenggara layanan cloud tersebut — menyediakan infrastruktur dan layanan jaringan wireless yang menghubungkan lebih dari 7.000 pemimpin dunia, anggota delegasi, dan media selama pertemuan berlangsung.

G20 adalah forum penting bagi kerjasama ekonomi internasional dan bagi para pengambil keputusan. Anggotanya terdiri dari 19 negara dan Uni Eropa, serta setiap tahunnya presiden G20 juga mengundang beberapa negara tamu untuk ikut berpartisipasi. Sektar 4.000 delegasi dan 3.000 media menghadiri pertemuan G2O.

Rodd Cunico, CEO Dimension Data Australia, mengatakan bahwa dengan menggunakan komputasi awan dalam menghadirkan layanan IT di forum Brisbane membutuhkan biaya rendah apabila dibandingkan menggunakan komputasi dan sistem penyimpanan konvensional.

Ditambah lagi dengan proses aktivasi dan kustomisasi yang sangat cepat yang tidak bisa diberikan oleh komputasi konvensional.

“Yang membuat event ini menarik adalah kami menghadirkan seluruh layanan berdasarkan penggunaan. Artinya tidak ada capital expenditure yang harus dikeluarkan oleh pemerintah, dan tidak ada aset terdepresiasi setelah acara selesai nanti,” jelas Cunico.

“Selama pertemuan berlangsung kami sistem komputasi awan kami memberikan akses lebih dari 700 thin client yang berlangsung secara bersamaan dari Melbourne Managed Cloud Platform (MCP) kami. Bahkan jika dihitung tingkat redundansinya dengan failover otomatis ke Sydney MCP kami, biayanya tetap lebih rendah jika dibandingkan hardware tipe konvensional,” lanjutnya.

Cunico mengatakan bahwa memberikan pengalaman tanpa henti bagi para peserta delegasi dan perwakilan media sangat penting bagi Australia selaku tuan rumah.

“Tujuan kami adalah memastikan ketika para pemimin dunia tiba di bandara Brisbane, mereka dapat segera melanjutkan tugasnya mengatur dunia tanpa terganggu masalah teknologi,” pungkasnya.

Infrastruktur jaringan G20 mencakup:

10.000 perangat bergerak
700 sesi desktop thin client secara bersamaan
300 wireless access points
220 ton hardware
2 Dimension Data Managed Cloud Platforms
112 personil Dimension Data
14,000 jam kerja
70 km penggunaan kabel
2 km duct tape

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/11/30/083903/2763061/319/teknologi-awan-di-pertemuan-pemimpin-dunia-g20