Gelontorkan Rp 4 Miliar, Telkom Genjot ShopBox

Jakarta – Telkom menggelontorkan dana sekitar Rp 4 miliar untuk mengembangkan layanan ShopBox yang berisi perangkat teknologi seperti modem speedy, aplikasi smartbisnis, dan aplikasi BosToko untuk menyasar pasar usaha kecil menengah (UKM).

BosToko merupakan aplikasi yang dapat melakukan secara online, mulai dari penjualan barang/produk, monitoring dan pencatatan transaksi, monitoring data di berbagai cabang, pencatatan data pelanggan, hingga sistem penggajian karyawan.

“Layanan ShopBox ini wujud komitmen Telkom untuk selalu mengembangkan UKM Indonesia menjadi UKM mandiri, hebat dan andal. Di ShopBox, konektivitas dan aplikasi registrasi sudah terintegrasi,” kata Direktur Enterprise and Bussiness ServicesTelkom, Muhammad Awaluddin, Selasa (9/12/2014).

Dijelaskannya, penggunaan ShopBox sangat praktis dan mudah karena cukup mengaktifkan perangkat yang ada secara plug and play, maka UKM dapat memanfaatkan berbagai fitur yang dibutuhkan.

Selain kemudahan, Telkom juga menawarkan harga yang terjangkau bagi pelaku UKM, dengan paket akses internet 1 Mbps plus aplikasi dan layanan lainnya cukup Rp 200.000 per bulan.

Untuk tahap awal, ShopBox melayani sentra UKM kuliner seperti Kemang Food Garden dan Pasar Santa, Jakarta yang selanjutnya diperluas pada area layanan pada sentra-sentra bisnis lainnya. Sebanyak 20 gerai kuliner dari 30 gerai Cafe Kemang Food Garden sudah membeli ShopBox.

Pada bulan pertama Desember 2014, Telkom menargetkan 100 paket Shop-Box akan disebar kepada di dua kawasan tersebut, selanjutnya dicanangkan 20.000 paket produk selama tahun 2015.

Sumber : http://inet.detik.com/read/2014/12/09/065734/2771473/328/gelontorkan-rp-4-miliar-telkom-genjot-shopbox

Game, Bisnis Triliunan yang Mengasyikkan

Jakarta – Siapa yang tak suka bermain game? Entah masih anak-anak ataupun sudah dewasa, dapat dibuat terhanyut dengan game. Game pun banyak jenisnya. Namun satu hal yang pasti adalah, industri game merupakan bisnis bernilai triliunan rupiah.

Hal inilah yang mendorong terciptanya konferensi developer game terbesar di Indonesia, Game Developer Gathering (GDG). Dalam perhelatan keenamnya, GDG 2014 digelar di Kampus Universitas Multimedia Nusantara, Gading Serpong, Tangerang.

GDG adalah sebuah acara tahunan non profit yang kali ini diselenggarakan oleh Duniaku.net dan Toge Productions, bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan program studi Teknik Informatika Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta didukung oleh Direktorat Pemberdayaan Industri Informatika dari Kemenkominfo, Emtek Group, XL, dan Microsoft.

Penyelenggara GDG mengungkapkan bahwa perkembangan industri game di dunia telah menciptakan potensi bisnis dengan nilai yang cukup luar biasa, hingga triliunan rupiah, termasuk di Indonesia.

Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 400 developer dengan lebih dari 1.000 game yang dilahirkan. Sejumlah perusahaan game lokal yang hasil karyanya cukup dikenal antara lain Toge Productions, Touchten Games, Artoncode Indonesia, Agate Studio, Altermyth, dan lain-lain.

Dari sisi konsumen, gamer di Indonesia telah mencapai sekitar 40 juta orang sampai akhir 2013. Hal ini membuat nilai bisnis industri ini tumbuh pesat. Berangkat dari fakta tersebut dan didorong dengan motivasi untuk semakin mengembangkan industri game Tanah Air, maka diselenggarakanlah GDG ini.

GDG bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa, developer game, investor, publisher dan media dalam sebuah platform untuk saling sharing mengenai pengalaman mereka selama berkecimpung di industri game.

Bukan hanya sesi sharing, tetapi juga dalam event ini terdapat pula beberapa acara yang menarik seperti showcase beberapa game buatan developer Indonesia, workshop teknologi pengembangan game, dan open recruitment bagi masyarakat yang ingin terjun di bidang pengembangan game.

Untuk sesi sharing, beberapa pembicara dari developer papan atas Indonesia hadir dan membagikan ilmunya dalam GDG kali ini, antara lain Kris Antoni (CEO dari Toge Productions), Anton Soeharyo (CEO dari Touchten Games), Rahmad Imron (Game Producer dari Digital Happiness), dan Ami Raditya (Kreator Vandaria).

Selain itu, beberapa nama dari perusahaan kelas dunia juga siap membagikan pengalaman mereka, seperti Manami Matsumae (Komposer Megaman), Vaibhav Odhekar (POKKT), Richard Kim (Facebook Asia Pacific) dan Kazuki Eitaki (Namco Bandai).

Dalam sesi showcase, terdapat 30 studio game dari seluruh Indonesia yang ambil bagian untuk memamerkan hasil karya mereka, seperti Toge Productions, Touchten Games, Mintsphere, dan Solite Studio.

Bekerja sama dengan Gudang Aplikasi XL, GDG 2014 ini juga menyelenggarakan Digital Showcase, sebuah ajang unjuk karya yang bisa diikuti mereka yang tidak bisa hadir selama pagelaran GDG 2014 berlangsung.

Gebrakan lain yang dibuat panitia GDG tahun ini adalah diselenggarakannya ajang prestisius GDG Award 2014 bagi para developer game terbaik Indonesia.

GDG Awards dibagikan berdasarkan sembilan kategori antara lain Critics Choice, Citizen Choice, Most Promising Game, Most Innovative Gameplay, Best Audio, Best Visual, Best Student Project dan Best Individual.

Penilaian akan diberikan secara langsung oleh tim khusus dari AGI yang terdiri dari perwakilan publisher, developer, media, payment gateway, serta beberapa elemen pendukung industri game lainnya.

“Kami berharap GDG 2014 ini menjadi hub untuk mengembangkan industri game di Indonesia,” ungkap CEO dari Duniaku.net, Robbi Baskoro. “Event ini akan menjadikan Indonesia menjadi salah satu kekuatan utama di industri game dunia,” lanjutnya dalam keterangan tertulis.

Tahun lalu, GDG 2013 sukses menarik lebih dari 500 partisipan sedangkan untuk tahun ini, ada peningkatan dari jumlah peserta secara signifikan, dimana total ada 900 peserta yang terdiri dari mahasiswa, developer hingga masyarakat umum terdaftar untuk menghadiri acara ini.

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/12/07/125509/2769998/654/game-bisnis-triliunan-yang-mengasyikkan

Google Bikin Proses Captcha Lebih Gampang

Jakarta – Sejumlah situs menerapkan penggunaan Captcha (Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart) untuk melindungi situsnya dari serangan spam. Namun kini Google telah mengembangkan sistem baru pengganti Captcha yang jauh lebih simpel.

Sistem itu bernama ‘No CAPTCHA reCAPTCHA’, yang menghilangkan keharusan pengakses situs untuk mengetik kata-kata atau angka tertentu ketika mengisi Captcha.

Dalam sistem anyar ini, seperti dilansir The Verge, Kamis (4/12/2014), pengguna cukup mengisi centang dalam sebuah kotak — jika menggunakan desktop, atau mencocokkan dua gambar untuk pengguna ponsel.

No CAPTCHA reCAPTCHA mengkombinasi metode tersebut dengan deteksi alamat IP dan pergerakan mouse pengguna untuk mengenali apakah pengunjung situs tersebut adalah manusia. Sistem semacam ini sebelumnya telah diterapkan oleh Snapchat, WordPress, dan Humble Bundle.

Sistem reCAPTCHA ini pertama diterapkan oleh Google pada tahun 2009, setelah mereka mengakuisisi perusahaan pembuat sistem tersebut.

Kala itu Google menyebutkan bahwa penerapan teknologi reCAPTCHA dilakukan untuk meningkatkan perlindungan dari spam dan penipuan di produk Google.

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/12/04/152129/2767868/398/google-bikin-proses-captcha-lebih-gampang

Gamer Profesional Jangan Lupakan Pendidikan

Jakarta – Hadirnya Asosiasi e-Sport Indonesia (IeSPA) seolah menjadi angin segar bagi gamer di Indonesia. Ini artinya mereka yang hobi bermain game punya kans untuk bisa menjadi seorang atlet game profesional seperti di negara-negara lain. Caranya?

“Yang jelas dia atau grupnya harus bisa membuktikan kalau dia jago bermain game. Gimana caranya? Ya ikut berbagai kompetisi dan jadi juara,” ujar Eddy Lim, Ketua Umum IeSPA kepada detikINET seusai pembukaan Megaxus Olimpiade 2014 di Mall Ciputra, Jakarta Barat, Rabu (3/12/2014).

Lebih lanjut Eddy mengatakan jika sebaiknya atlet tersebut tak hanya menggantungkan hidup dari main game. “Boleh jago bermain game, tapi dia juga harus mengejar pendidikannya. Ini berguna bila nantinya ia tak lagi menjadi seorang atlet e-Sport profesional,” tutur Eddy.

Sebab, menurut Eddy efektifnya seorang atlet e-Sport yakni di kisaran umur belasan hingga 30 tahun. Selebihnya, reflek seseorang biasanya akan berkurang dan berimbas pada performa atlet tersebut.

“Ketika atlet tersebut berkecimpung di dunia game, pasti secara tidak langsung akan berkecimpung juga di industri game. Nah, di sinilah peran pendidikan tadi. Karena walaupun gantung keyboard dan mouse (pensiun-red), atlet tersebut masih bisa melakoni pekerjaan lain, seperti bisnis jual-beli equipment game yang mana itu semua butuh pengetahuan,” ujar Eddy.

Asosiasi e-Sport di Indonesia Lebih Terorganisir

Dalam penyelenggaraannya, Megaxus Olimpiade 2014 yang digelar dari tanggal 3 – 7 Desember 2014 memang turut mendapat dukungan dari asosiasi e-Sport Indonesia (IeSPA). Asosiasi di bawah Kementerian Pemuda & Olahraga ini dibentuk guna mewadahi gamer di Indonesia yang ingin serius menjadi atlet e-Sport.

Indonesia sendiri merupakan satu dari 48 negara yang memiliki asosiasi seperti IeSPA. Pun begitu, Eddy Lim selaku Ketua Umum IeSPA mengklaim jika asosiasi e-Sport di Indonesia lebih terorganisur ketimbang negara-negara lain di Asia Tenggara.

“Dari 48 negara tersebut, hanya ada 6 negara yang asosiasinya sudah terintegrasi dengan pemerintah. Indonesia salah satunya,” tegas Eddy.

Terintegrasi di sini maksudnya adalah pengakuan dari pemerintah. “Hubungan birokrasi dengan pemerintah berjalan serasi. Kami pun mendapat pengakuan dari Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI),” papar Eddy.

Namun sayang, dukungan baru sampai tahap pengakuan saja. Sampai saat ini IeSPA belum mendapat pendanaan dari pemerintah. “Kami masih mengandalkan pendanaan dari swasta saja,” ujar Eddy. Hal ini karena pemerintah masih fokus pada cabang olahraga yang lebih prioritas.

Pun begitu Eddy yakin jika ke depannya dukungan tersebut akan lebih baik lagi. Eddy optimis karena pemerintah sendiri sudah melihat bahwa Indonesia punya banyak sekali gamer berbakat yang menurut Eddy sayang jika tidak dioptimalkan.

“Kita tahun depan akan dilibatkan dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2015 digelar di Bali. Nah, e-Sport ini akan menjadi salah satu cabang olahraga dari total 40 cabang olahraga rekreasi yang diperlombakan,” pungkasnya.

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/12/03/173431/2766940/654/gamer-profesional-jangan-lupakan-pendidikan

Hawking: Robot Bikin Punah Manusia

Stay away from a bad haircut

Rrn opposition to my will.

Blame it on my poor information skills vis a vis hairstyling.

I’d walked in off the road, sat in a chair and a barber who’d cut my hair last month asked: “What do you enjoy,

I believed he’d Ralph Lauren Italia remember or somehow intuit the style and length i wanted.

“A new hair-Do, i sent a reply.

“Number.2 maybe 3, That she barked.

At this point, if i was elegant, i would have admitted i didn’t quite know the distinction between the two.But after brief pause(Where i tried to look like i was carefully weighing my options), I firmly came back with a determination based purely on a guess: “Two,

Out came trimmers.And off was my hair, very much those old images of barbers buzz cutting new army boot camp recruits.

Freshly shorn sheep isn’t the look i was after.

At that precise moment i decided i needed to understand how explain what i want from a haircut.

Still, inquiries of male companions only taught me that they too rely on luck and an intuitive hairstylist or barber.Most guys’ haircut vocabulary seems limited to pointing and the words”Concise”Actually”Extremely,

This is why many people keep the same style and stylist for years.Only a significant change, such as moving to an alternative city or joining a punk band, will force us to uncover a new barber. (I swapped only after my stylist upped his prices twice, changed his location and started explaining how he’s involved in jesus. )

Searching for a new hair guy(Or lady)Can be like a quest for the holy grail as you go through a series of setbacks relying on faith that pursuit will eventually bring about a glorious end to your bad hair days.

There must be a healthier way, i think.Men should not have to endure peewee herman hair on first dates and job interviews.

So i went to the experts hairstylists and women for tips on how to minimize your odds of getting a bad ‘do.Here are the most beautiful ideas:

Take a photo with you to show how your hair looked quickly after a haircut you liked, or bring a magazine photo of a celebrity or model whose hairstyle you ought to mimic.

Accentuate that you”Simply wish a little trim, if you wouldn’t like much cut off.

If you’re new to a hairstylist or want less cut than normal, ask them when they can start by trimming it longer than they expect you want and then go down incrementally from there.Give a bigger tip if they honours your request.

When a barber or hairstylist asks delicacies”N’t any.2 or just 3, They’re sharing what length of clipper guard you want.This guard tells how far away from your head the clipper’s electric trimmer will cut your hair.

Clipper protection is numbered one to four:Absolutely simply zero.1 is stubble low, Never any.2 is 1/4 half centimeter, Completely absolutely not.3 is 3/8 inch without.4 is 1/2 in.If you hadn’t expected it out yet, talk in inches when conveying how long you want your hair.

Our final tip originates from lubna faizuddin, a hairstylist from mvp hair salon for men who recommends finding out the specific haircut you want.Here are some of notorious cuts for men:

Entrepreneur:Long and combed to one for reds on top, with no clippers used and the back and sides scissored down to one or two inches;

Caesar:Clippers on back and sides, but longer on the top.

Army or marine box:A n’.1 clipper guard on the back and sides, Making use of the top cut short but square.

Skater:Really long and shaggy approximately.

Polo Ralph Lauren Italia Outlet Mullet:Short on the top, long in the rear.Prominent by hockey players and rednecks, it’s the much mocked”Business in the leading, party in the bed”Reduce.

Related Articles:

Linked Articles

http://www.panolife.de/360/pandora-canada-designer-jeweller-is-what-is-getting

http://spreadpr.net/uncategorized/cheap-pandora-charms-understood-gandhi-cal-sovereign

http://www.sportourer.com/index.php/cheap-true-religion-jeans-world-all-the

http://littlelambslc.org/pandora-charms-you-look-at-how-many-visitor-centres-there

http://reservedorcanadienne.info/post-cheap-pandora-bracelets-canada-when-he-leaves-for.html