IndonesianCloud Lebarkan Sayap ke Bisnis Maskapai

Jakarta – Indonesian Cloud dipercaya Merlot.aero untuk menjadi mitranya di Indonesia dalam urusan pemasaran teknologi manajemen operasional maskapai penerbangan agar bisa meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Sebagai reseller lokal untuk Merlot.aero, Indonesian Cloud akan menyediakan hardware dan jasa hosting serta sumber daya Tier 1 dan 2 yang mencakup pengelolaan infrastruktur internal, infrastruktur private, serta public cloud.

“Pengalaman bisnis Indonesian Cloud akan membantu memandu pelanggan lokal kami melalui proses perubahan manajemen yang disertai teknologi revolusioner,” kata CEO & Presiden merlot.aero, Mark McCaughan dalam keterangannya, Senin (15/12/2014).

Menurut dia, sangat penting untuk bisa memberikan dukungan dalam zona waktu lokal dengan bahasa lokal dan menggabungkan pengalaman TI yang sangat baik dengan infrastruktur lokal melalui link fiber ke internet.

“Hal ini akan membuat pelanggan percaya diri untuk membuat perubahan signifikan dan menghemat operasional maskapai penerbangan. Langkah ini penting dalam sebuah lingkungan global di mana maskapai penerbangan terus berjuang untuk mengendalikan biaya,” ujarnya lebih lanjut.

Neil Cresswell, CEO Indonesian Cloud mengatakan, ada sejumlah manfaat untuk maskapai penerbangan lokal melalui solusi ini. Misalnya, kemampuan untuk terhubung melalui internet exchange lokal untuk koneksi private, hosting di dalam negeri.

Perangkat lunak Merlot.aero menyediakan utilisasi awak dan pesawat setiap hari. Manfaat yang diperoleh di antaranya kontrol dan pelaporan informasi operasional inti melalui solusi yang berbiaya rendah, berbentuk modul dan memungkinkan utilisasi optimal awak, serta pesawat melalui perbaikan perencanaan, prediksi dan pengukuran.

Indonesian Cloud sendiri merupakan penyedia layanan cloud Indonesia yang menempatkan platform cloud di pusat data dengan keamanan tertinggi di Indonesia. Dari private, dedicated dan hybrid clouds hingga data center yang sepenuhnya virtual. Layanan Indonesian Cloud merupakan bagian dari portofolio lengkap solusi TI termasuk infrastruktur, solusi bisnis, dan konsultasi.

Sementara Merlot.aero adalah sebuah perusahaan perangkat lunak yang sudah hadir di Asia, Australasia, Amerika Utara, Kanada, serta EMEA. Tim ini memiliki pengalaman kolektif lebih dari 50 tahun dalam merancang, mengembangkan, dan menghantarkan perangkat lunak inovatif untuk sektor penerbangan.

sumber:http://inet.detik.com/read/2014/12/15/195313/2778155/319/indonesiancloud-lebarkan-sayap-ke-bisnis-maskapai?i992202105

FBI Cemaskan Serangan Besar-besaran Hacker Iran

Jakarta – Federal Bureau Investigation (FBI) mencemaskan para hacker Iran dengan kemampuan tinggi tengah melakukan operasi serangan cyber pada organisasi penting Amerika Serikat. FBI pun memberi peringatan khusus.

Dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (14/12/2014), FBI menyatakan organisasi pertahanan, perusahaan energi sampai institusi pendidikan adalah target para hacker asal Iran tersebut. Mereka harus segera menghubungi FBI jika merasa menjadi korban serangan.

Bos perusahaan sekuriti Cylance, Stuart Mclure menilai peringatan dari FBI tersebut menandakan serangan dari Iran tidak bisa dipandang remeh. Sebelumnya, Cylance berhasil mengungkap serangan cyber besar asal Iran yang melanda 16 negara.

“Hal ini menandakan usaha dan kesungguhan Iran untuk menyerang infrastruktur penting,” kata dia. Belum diketahui apakah serangan dari Iran itu disponsori pemerintahan setempat meski kata Stuart, indikasinya cukup kuat.

Pemerintah Iran dilaporkan memperkuat kapabilitas cyber sejak tahun 2010, tepatnya semenjak program nuklir mereka diserang program jahat canggih bernama Stuxnet. Stuxnet ini dituding buatan AS dan Israel.

Investasi Iran itu dianggap berhasil dan mereka kini cukup kuat soal pertahanan maupun serangan cyber. “Mereka punya banyak bakat. Mereka tentu saja adalah ancaman yang serius, tak perlu ditanyakan,” kata Dave Kennedey, CEO TrustedSEC LLC.

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/12/14/150702/2776825/323/fbi-cemaskan-serangan-besar-besaran-hacker-iran

Canggihnya Jepang, di Gunung pun Bisa LTE

Jakarta – Di saat Indonesia baru kedatangan 4G LTE, negara lain banyak yang sudah mencicipinya beberapa tahun lalu. Bahkan yang bikin iri, di negara seperti Jepang misalnya, jaringan seluler super cepat ini sudah bisa dinikmati di pegunungan.

Hal itu diceritakan oleh Profesor Khoirul Anwar, pemegang paten 4G LTE yang sudah 12 tahun tinggal di Jepang. Di acara Ngopi Bareng detikINET, pria kelahiran Kediri tahun 1978 itu ikut mengamati perkembangan jaringan internet di Negeri Sakura tersebut.

Menurutnya, Docomo selaku operator terbesar di Jepang mencatat adopsi konektivitas 3G mencapai populasi 100% di 2008. “Jaringan 2G tidak lagi digunakan pada 2012, yakni ketika 99% total pengguna layanan telekomunikasi bermigrasi 3G dan LTE,” sebut pria yang memegang paten LTE ini.

“Area coverage LTE bahkan diperluas hingga ke daerah pegunungan. Para pelanggan Docomo bisa menikmati 3G dan LTE ketika mereka berada di gunung Fujiyama sekalipun,” lanjutnya.

Maka tak heran, pada saat musimnya banyak orang yang naik gunung, Docomo pun punya kesibukan menyiapkan coverage jaringan 3G dan LTE demi memenuhi permintaan akses internet untuk para pendaki gunung tertinggi di Jepang itu.

“Docomo sudah implementasi 4G LTE advanced dengan kecepatan 150 Mbps di tahun ini. Tahun depan mereka menargetkan kecepatan 225 Mbps. Mereka bahkan sudah bersiap dengan era 5G dan berambisi bisa menembus kecepatan 10 Gbps,” ujarnya.

Ditambahkannya, ada sejumlah teknik yang membuat akses 4G atau LTE lebih cepat. Secara teknis, yang membuat LTE lebih cepat dari jaringan sebelumnya adalah SC FDMA (uplink) dan OFDMA (downlink), MIMO technology, fleksibel bandwidth dan adaptive modulation.

SUmber : http://inet.detik.com/read/2014/12/11/215335/2775137/1169/canggihnya-jepang-di-gunung-pun-bisa-lte

Lollipop bakal Bikin Smartwatch Tahan Lama

Jakarta – Setelah menyambangi ponsel, Android 5.0 Lollipop disebut bakal segera memaniskan Smartwatch. Ya, Android Wear juga bakal segera kebagian update terbaru OS Android itu. Bahkan pengguna smartwatch dikatakan hanya tinggal menunggu beberapa saat lagi.

Sejumlah improvisasi pun disiapkan Google pada update Lollipop untuk Android Wear. Informasi yang beredar mengatakan, update ini bakal bikin pengguna lebih mudah melihat status baterai, status penyimpanan, dan pilihan kecerahan layar yakni reguler, mode theater, dan mode sunlight.

Tapi improvisasi yang menarik adalah soal daya tahan baterai smartwatch. Meski tak dijelaskan sejauh apa, update Lollipop Android Wear disebut-sebut bakal memberikan peningkatan ketahanan yang drastis pada baterai smartwatch.

Dengan kata lain, smartwatch bakal bertahan jauh lebih lama, mungkin malah bisa memberi waktu tambahan sampai satu hari bagi penggunanya.

Soal kepastian hadirnya sebenarnya masih belum begitu jelas, tapi seperti detikINET kutip dari Ubergizmo, Rabu (10/12/2014), dikatakan pengguna sudah bisa merasakannya paling cepat mulai besok Kamis (11/12/2014).

Selain itu, Lollipop yang disodorkan oleh Google untuk smartwatch juga akan langsung ke versi Android 5.0.1 yang telah mendapat banyak perbaikan bug. Sehingga seharusnya pengguna tak perlu khawatir bakal menemui bug yang ramai dilaporkan pengguna Android 5.0.

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/12/10/141023/2773312/317/lollipop-bakal-bikin-smartwatch-tahan-lama

Beli Aplikasi Android, Pengguna Indosat Bisa Potong Pulsa

Jakarta – Indosat menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan carrier billing dengan Google. Dengan demikian, para penggunanya sudah bisa beli aplikasi Android di Google Play Store dengan cara potong pulsa.

Sistem carrier billing ini diklaim akan memberikan kemudahan dan kenyamanan pelanggan dalam pembelian seluruh konten digital yang terdapat di Google Play Store melalui pemotongan pulsa langsung baik di kartu prabayar maupun di tagihan pascabayar pelanggan.

Dalam keterangan yang dikutip detikINET, Selasa (9/12/2014), layanan ini sudah bisa dinikmati sebagian pelanggan seluler Indosat dan akan dibuka secara bertahap selama lima hari ke depan oleh Google kepada seluruh pelanggan Indosat yang berkisar 60 juta.

Carrier billing merupakan metode pembelian aplikasi, konten, game, dan buku yang dipotong langsung dari pulsa pelanggan prabayar (IM3 dan Mentari) atau ditagihkan dalam tagihan pelanggan pascabayar Indosat (Matrix).

Pembelian konten digital menggunakan pulsa ini berlaku bagi pengguna smartphone dengan operating system Android yang memungkinkan pelanggan Indosat untuk melakukan pembelian konten digital dengan mudah dan nyaman.

Pelanggan harus memiliki Google Account terlebih dahulu dan sign-in dengan menggunakan account tersebut. Dan pada pilihan ‘Payment Option’ pilih ‘Enable Indosat Billing’, maka untuk selanjutnya metode tersebut yang akan digunakan sebagai metode pembayaran.

Setiap pembelian konten digital melalui pemotongan pulsa IM3 atau Mentari ataupun ditagihkan melalui tagihan Matrix pelanggan, harganya akan ditambahkan pajak 10%, sehingga harga yang dikenakan kepada pelanggan akan lebih tinggi 10% dari harga yang tertera di Google Play Store.

“Kami berharap layanan ini dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan untuk melakukan pembelian aplikasi, konten, game dan buku melalui telepon seluler mereka tanpa perlu menggunakan kartu kredit atau kartu debit,” kata President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli.

Menurutnya, sistem Carrier Billing memberikan pilihan pembayaran yang mudah dan nyaman dibanding menggunakan metode pembayaran konvensional dengan kartu kredit atau kartu debit.

“Hal ini sangat penting karena masyarakat yang belum menggunakan layanan perbankan di Indonesia jumlahnya masih sangat besar saat ini. Sehingga dengan metode ini memungkinkan lebih banyak pelanggan untuk menikmati kenyamanan dalam melakukan pembelian di Google Play Store,” tandas Alex.

sumber : http://inet.detik.com/read/2014/12/09/195908/2772633/328/beli-aplikasi-android-pengguna-indosat-bisa-potong-pulsa