Change time zone in webmail (SquirrelMail,Horde,RoundCube)

  • SquirrelMail

To change time zones in SquirrelMail:

  1. Access SquirrelMail.
  2. Click Options link at the top of the page.
  3. Click the Personal Information link.
  4. Under Timezone Options, from the Your Current Timezone drop-down, select your preferred time zone.
  5. Click Submit.
  • Horde

To change time zones in Horde:

  1. Access Horde.
  2. Click the Options icon at the top of the page.
  3. Under Your Information, click the Locale and Time link.
  4. Under Your current time zone, select your preferred time zone from the drop-down menu.
  5. Click Save Options.
  • RoundCube

To change time zones in RoundCube:

  1. Access RoundCube.
  2. Click the Settings icon in the top-right corner of the page.
  3. Select Preferences tab.
  4. Under the Section column, select User Interface.
  5. Select your preferred time zone from the Time zone drop-down menu.
  6. Click Save.

Change Time Zone with PHP Script & .htaccess

You can change the time zone being displayed by using a PHP script. Here are two sample codes:


Change Time Zone in .htaccess File
If you do not code the .htaccess file correctly, it can cause website errors.

You can set the time zone in .htaccess as well by creating a new file and naming it .htaccess or by editing the existing .htaccess file. The .htaccess file belongs in /public_html/ (or a subdirectory if for a subdomain or addon domain).

Add the line:
SetEnv TZ America/Indianapolis

Internet Indonesia Bikin Frustrasi!

Jakarta – Mimpi menikmati internet super cepat di Indonesia nyatanya masih belum terealisasi. Sebaliknya, pengguna menilai internet yang lelet di Tanah AIr sampai bikin frustrasi.

Hal ini terungkap dari hasil riset studi ‘New Horizons’ yang dilakukan Ooredoo — induk usaha Indosat — kepada lebih dari 1.400 orang pria dan wanita berusia antara 18 dan 30 di Indonesia.

Penelitian ini menyoroti keinginan yang besar akan terwujudnya jangkauan Internet yang lebih luas dan sikap generasi muda Indonesia terhadap isu-isu ekonomi dan pendidikan, terutama dalam kaitannya dengan mencari pekerjaan dan memulai usaha mereka.

Ketika ditanya bagaimana menurut responden soal kecepatan koneksi internet yang disediakan oleh operator telekomunikasi, hanya 62% responden yang menganggapnya baik. Dari mereka di lokasi pedesaan, 60% yang memiliki akses internet merasa frustrasi dengan lemahnya cakupan internet dan 82% mengatakan koneksi terasa lambat.

Responden menegaskan bahwa rasa frustrasi ini membuat mereka tidak bisa mengambil keuntungan penuh dari internet, dengan 91% menyatakan bahwa mereka tidak bisa meluangkan banyak waktu online sesuai keinginan. Ini sekaligus menunjukkan bahwa responden tidak diuntungkan sepenuhnya dari manfaat pendidikan, sosial dan karir yang tersedia di internet.

Banyak responden mengakui pentingnya menggunakan internet untuk tujuan bisnis (99%), untuk mencari tenaga kerja terampil (96%) dan sumber dana secara online (97%). Namun, ketika ditanya apakah menurut mereka mudah untuk melaksanakan hal-hal semacam itu, sebagian besar mengatakan sulit.

Terkait dengan hal ini, studi ini mengidentifikasi meningkatnya keinginan memiliki ponsel cerdas di seluruh Indonesia, dengan 58% responden menyatakan mereka secara teratur menggunakan ponsel cerdas yang terhubung ke Internet untuk berkomunikasi.

Di daerah pedesaan, 60% responden ingin menggunakan ponsel cerdas, atau ingin mengganti telepon seluler standar mereka dalam 12 bulan ke depan. Penggunaan tablet diperkirakan akan meningkat sebesar 8% namun daya serap akan terhambat oleh biaya awal perangkat tablet bagi generasi muda Indonesia yang menginginkan harga murah.

Penelitian ini juga menggarisbawahi adanya perbedaan pandangan utama antara masyarakat pedesaan dan perkotaan, mungkin dikarenakan tren urbanisasi desa-kota dalam beberapa tahun terakhir, sehingga menekan permintaan atas layanan dan menjadi tantangan bagi penyediaan infrastrukturnya.

Menariknya, 54% pemuda di wilayah pedesaan menganggap ekonomi semakin membaik dibandingkan dengan 46% responden di wilayah perkotaan.

Hal lain yang tersirat adalah adanya perbedaan pada pelayanan perkotaan yakni sebanyak 62% responden di wilayah pedesaan menilai sistem pendidikan mereka sudah baik secara keseluruhan, dibandingkan dengan 54% responden di wilayah perkotaan.

Temuan lain dari riset ini adalah, 91% generasi muda Indonesia menyatakan bahwa internet semakin mendorong mereka memiliki semangat wirausaha dan 83% berniat, atau sudah mendirikan bisnis online.

Ketika ditanya tentang peran teknologi di tengah masyarakat, 95% percaya bahwa teknologi membuka saluran komunikasi yang mendorong perdamaian dan saling memahami dan dengan jumlah persentase yang sama percaya bahwa teknologi menjadi dasar terbentuknya masyarakat modern yang berpikiran maju dan fungsional

Dalam hal kemajuan karir, 93% percaya internet memudahkan mereka untuk berburu pekerjaan di luar negeri, sementara 77% secara teratur menggunakan Internet untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan mereka.

H.E. Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani, Chairman Ooredoo, mengatakan generasi muda Indonesia memiliki keinginan yang sangat kuat untuk meningkatkan prospek karir, pendidikan, kewirausahaan dan memperluas wawasan mereka dengan jalan saling terhubung antara satu sama lain dan dengan dunia luar.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa generasi muda di Indonesia memahami dahsyatnya kekuatan transformatif yang tersedia melalui TIK. Perusahaan, pemerintah dan organisasi perlu menyadari dan menangkap sinyal kreatif ini, dan menemukan cara untuk menjaga keberlangsungannya, sehingga kita bisa sepenuhnya memanfaatkan kontribusi generasi muda demi masa depan Indonesia,” jelasnya.

Sementara Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat, menambahkan Ini adalah momen yang sangat penting bagi Indonesia karena kita memasuki tahap penting evolusi digital dan tentunya Indosat bangga menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan ini.

“Studi ini sesuai dengan keyakinan kami bahwa TIK berperan penting dalam membantu generasi muda sebuah negara untuk mengidentifikasi peluang dan potensi yang ada. Indosat, bersama Ooredoo, perusahaan induk kami, berkomitmen meningkatkan kehidupan masyarakat dan mendorong pertumbuhan masyarakat di wilayah bisnis perusahaan dan kami berharap temuan studi ’New Horizons’ ini akan membantu kita semua untuk memahami generasi muda Indonesia dengan lebih baik,” pungkasnya.

SUmber : http://inet.detik.com/read/2014/07/01/181814/2624839/398/internet-indonesia-bikin-frustrasi?i992202105