Install Cacti in centos 5

langkah – langkah nya sebagai berikut :

1. buat revo baru dengan nama dag.repo :

vi /etc/yum.repos.d/dag.repo

kemudian isi kan file berikut didalam nya.

[dag]
name=Dag RPM Repository for Red Hat Enterprise Linux
baseurl=http://apt.sw.be/redhat/el5/en/i386/dag
gpgcheck=1
gpgkey=http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt
enabled=1

2. install php , apache , mysql dan snmp

yum install php httpd mysql mysql-server php-mysql vim-enhanced net-snmp

3. install cacti

wget http://www.cacti.net/downloads/cacti-0.8.7e.tar.gz
tar xzvf cacti-0.8.7e.tar.gz
mv cacti-0.8.7e cacti
mv cacti /var/www/html

4. kemudian buat cactiuser dan group nya

/usr/sbin/groupadd cacti
/usr/sbin/useradd -g cacti cactiuser
passwd cactiuser

5. ganti ownership dari /var/www/html/cacti/rra/ dan /var/www/html/cacti/log/ directories ke cactiuser yang telah di buat
cd /var/www/html/cacti
chown -R cactiuser rra/ log/

6. buat mysql password misal : pass = 12345
/usr/bin/mysqladmin -u root password 12345

7. buat database cacti nya

mysqladmin –user=root –password=12345 create cacti

8. import database

cd /var/www/html/cacti
mysql –user=root –password=12345 cacti < cacti.sql 9. masuk ke mysql mysql --user=root --password=12345 mysql> GRANT ALL ON cacti.* TO cactiuser@localhost IDENTIFIED BY ‘12345’;
flush privileges;

10. kemudian edit confg DB cacti nya

vi /var/www/html/cacti/include/config.php

/* make sure these values refect your actual database/host/user/password */
$database_type = “mysql”;
$database_default = “cacti”;
$database_hostname = “localhost”;
$database_username = “cactiuser”;
$database_password = “12345”;
$database_port = “3306”;

11. kemudian buat cron untuk cacti
vi /etc/crontab

masukan

*/5 * * * * cactiuser /usr/bin/php /var/www/html/cacti/poller.php > /dev/null 2>&1

12 . edit php.ini >> ganti memory_limit jadi 128 M
vi /etc/php.ini

13. install rddtool

yum install rrdtool

14. restart service

/etc/init.d/mysqld restart
/etc/init.d/httpd restart

15. test akses cacti nya

http://ipaddrs/cacti

user : admin
pass : admin

sumber : http://www.linux.com/learn/tutorials/38270-installing-cacti-on-centos-5

Mengenal Lebih Jauh Hybrid Cloud

Jakarta – Saat ini banyak perusahaan yang mulai melirik implementasi hybrid cloud. Hal tersebut tak terlepas karena kondisi cloud computing yang semakin kompleks. Lalu, seperti apa hybrid cloud itu?

Red Hat, sebagai salah satu perusahaan yang menyediakan solusi itu mengatakan, hybrid cloud kmerupakan gabungan dari private cloud yang dikombinasikan dengan public cloud.

Hybrid cloud sendiri hadir dari tuntutan kalangan enterprise yang menginginkan fleksibilitas komputasi cloud namun dengan tingkat keamanan ala dedicated infrastructure.

Banyak vendor teknologi yang mencoba menawarkan solusi cloud-nya masing-masing. Umumnya para vendor mengklaim solusi miliknya adalah yang terbaik dalam implementasi hybrid cloud. Namun kelemahannya adalah, hampir seluruhnya adalah properiatry software.

Artinya pengguna dipaksa menggunakannya sesuai standar yang diterapkan masing-masing vendor. Bahkan terkadang pengguna juga diharuskan membeli perangkat yang dibutuhkan oleh solusi yang ditawarkan.

Bagaimana bila pengguna dapat mengembangkan sendiri platform yang digunakannya pada hybrid cloud? Nah, inilah yang coba ditawarkan Red Hat. Dikenal lewat kehandalan solusi open source besutannya, distro Linux ini mengajak pengguna untuk menggarap sendiri solusi yang ingin digunakan pada hybrid cloud.

Menurut Gordon Haff, Cloud Evangelist Red Hat, open source menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pelaku IT enterprise karena memberikan keleluasaan pengembangan. “(Open source) mengajak developer untuk all-out dalam (impelentasi) cloud,” ujarnya di kantor Red Hat di Ciputra World, Jakarta.

“Open source juga menghilangkan batasan-batasan yang ada pada propetiary software. Selain itu 76% perusahaan kini mulai mengganggap open source penting dalam cloud infrastructure,” imbuhnya.

Ia juga menyebut Google, Amazon, dan Facebook yang mengawali debutnya menggunakan open source, dan masih terus mengembangkannya hingga saat ini bersama Red Hat.

Perihal keraguan sebagian perusahaan yang menyangsikan keamanan komputasi cloud, Haff mengatakan menggunakan open source developer dapat menambahkan semacam pelindung yang membatasi antara cloud dan perangkat yang mengaksesnya.

Bila tak ingin repot, Haff menambahkan Red Hat juga memiliki solusi keamanan yang dapat mengisi celah tersebut.

Lebih lanjut, seiring perkembangan komputasi cloud, Haff memprediksi kedepannya hardware virtualization juga bakal popular. Karena solusi ini dianggap lebih efisien, terutama dari segi harga dan fleksibilitas. Apalagi bila dibandingkan dedicated infrastructure dimana pengguna wajib menggelontorkan dana yang tak sedikit bila ingin melakukan upgrade.

Red Hat sendiri sebagai perusahaan paling eksis di jagat open source belum lama ini mengumumkan solusi enterprise terbarunya yakni Red Hat Enterprise Linux (RHEL) 7. Solusi ini menjadi jawaban sebagai pondasi untuk hybrid cloud berbasis open source atau yang mulai disebut open hybrid cloud.

“Jadi Red Hat menawarkan Platform as a Service lewat RHEL 7. Selanjutnya developer dapat mengembangkannya sesuai kebutuhan bisnis,” pungkasnya.

Sumber : http://inet.detik.com/read/2014/06/20/073401/2613797/319/1/mengenal-lebih-jauh-hybrid-cloud