Featured post

PROMO Hosting Pelanggan Setia IIXMedia

Dear Pelanggan setia IIXMedia,

Terimakasih anda telah setia berbelanja domain dan hosting di tempat kami. Melewati semua tantangan dan masalah yang ada, kami selalu berkomitmen memberikan yang terbaik untuk anda dalam service dan support kami. Kami menyadari bahwa kami tidaklah sempurna, namun satu hal yang anda dapat pegang selalu, adalah kami selalu hadir untuk membantu bisnis anda dan mensupport bisnis anda sekuat tenaga kami. Untuk itu, sepanjang tahun 2014 ini, kami memberikan promo istimewa untuk anda.

cropped-promo10persen.jpg

Diskon 10% untuk hosting all item Indonesia maupun US (kecuali paket Freedom )

Promo code:
iixmediatemanku >> untuk pembelian hosting mendapatkan diskon 10 %

Berlaku untuk setiap tahun dengan kontrak minimal 1 tahun. Tidak berlaku untuk paket FreeDom

Manfaatkan momentum ini, untuk menambah domain pilihan anda dan hosting yang anda butuhkan dengan investasi yang lebih kecil

Warms Regards,
IIXMedia Team

Keren! Aplikasi Ini Bantu Tunanetra ‘Melihat’

Jakarta – Pernah membayangkan tunanetra bisa mengetahui nominal uang, memilih warna pakaian, atau mengidentifikasi suatu barang dengan akurat? Ya, dengan bantuan aplikasi di gadget iOS atau Android, semua hal itu tak lagi mustahil.

Namanya TapTapSee, sebuah aplikasi yang dirancang untuk membantu aktivitas tunanetra sehari-hari. Dengan memanfaatkan kamera yang ada pada perangkat genggam, TapTapSee dapat memberikan infoormasi tentang obyek yang ada di hadapan tunanetra.

Cara kerjanya sederhana. Tunanetra cukup mengaktifkan TapTapSee, lalu meletakkan obyek yang ingin diidentifikasi di hadapan kamera. Jarak antara obyek yang akan difoto jangan terlalu dekat, kira-kira 30 sampai 50 cm.

Setelah itu, ketuk dua kali layar gadget, maka TapTapSee akan melakukan proses identifikasi terhadap obyek yang ada di hadapan kamera.

Setelah proses identifikasi berhasil, maka gadget akan menginformasikan obyek terpotret. Misalnya, “Picture 1 is 50.000 backnote” (Gambar 1 adalah uang lima puluh ribuan), atau “Picture 2 is Sanyo black flat television” (gambar 2 adalah televisi Sanyo warna hitam).

TapTapSee juga dapat mengidentifikasi warna pakaian, sehingga tunanetra bisa memakainya untuk memilih pasangan baju celana yang serasi, atau mengetahui warna pakaian apa yang dikenakan lawan bicaranya.

Ingin tahu adegan apa yang sedang tampil di layar monitor? Bisa! Semisal kita sedang nonton film, pause videonya, lalu potretlah dengan TapTapSee. Meski tidak terlalu rinci memberi informasi, setidaknya tunanetra dapat mengetahui kira-kira adegan apa yang tengah tampil di layar monitor.

Berdasarkan percobaan yang penulis lakukan, aplikasi ini bekerja dengan baik dalam kondisi pencahayaan apapun. Ini karena secara default TapTapSee memakai lampu flash saat memotret. Tentu saja fitur ini dapat dinonaktifkan bila cahaya terlalu terang.

Untuk barang yang di atasnya terdapat tulisan — seperti uang atau merek barang — TapTapSee pun akan menyebutkannya. Ini sangat membantu tunanetra mengidentifikasi uang tanpa harus mengukurnya dengan jari, cara umum yang dipakai tunanetra untuk mengetahui nilai uang tertentu.

TapTapSee sendiri sudah sangat populer di kalangan tunanetra pengguna iDevice. Kini, aplikasi tersebut pun sudah tersedia di platform Android.

Sebelum memakai TapTapSee, jangan lupa untuk mengaktifkan pembaca layar di gadgetnya. Untuk IOS, masuk ke Settings > General > Accessibility, lalu aktifkan Voice Over. Untuk Android, masuk ke Settings > Accessibility, lalu aktifkan Talkback.

SUmber : http://inet.detik.com/read/2014/04/17/084445/2557785/398/keren-aplikasi-ini-bantu-tunanetra-melihat?i992202105

Seagate Geber Drive 6 TB Tercepat di Dunia

Jakarta – Seagate Technology meluncurkan hard disk drive (HDD) 6TB yang diklaim paling cepat di dunia dan diberi nama Seagate Enterprise Capacity 3.5 HDD v4.

Perangkat ini pun dikatakan sebagai lompatan yang sangat penting dan dibutuhkan oleh infrastruktur data scale-out dengan menyediakan kapasitas penyimpanan super besar dan dilengkapi fungsi-fungsi enterprise untuk bisa memenuhi kebutuhan data center korporasi dan berbasis cloud.

Menurut Scott Horn, Vice President Divisi Marketing Seagate, pertumbuhan data tidak terstruktur berlipat ganda setiap tahunnya, dan akan menyebabkan data digital yang tersimpan mencapai 16 Zettabyte pada awal tahun 2017.

Hal ini akan menyebabkan penyedia jasa layanan cloud mencari cara-cara inovatif untuk menyimpan data dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada sambil terus menekan biaya operasional.

Enterprise Capacity 3.5 HDD v4 memiliki kecepatan transfer data yang lebih kencang berkat platform generasi kedelapan yang memungkinkan drive ini berlari lebih kencang 25% dibanding drive 6TB lainnya. Sehingga ideal untuk keperluan penyimpanan data bulk 24 jam, 7 hari dalam seminggu.

“Sistem TwinPro baru dari Supermicro, lini SuperServer, serta solusi SuperStorage yang baru seluruhnya memiliki dukungan SAS 3.0 12Gb/s yang terintegrasi sehingga mampu memberikan akses penuh dan langsung ke kinerja serta kapasitas maksimum yang dimiliki oleh HDD 6TB 12Gb/s kelas Enterprise Seagate ini,” kata Wally Liaw, Vice President Sales divisi internasional di Supermicro.

Lini drive yang memiliki kapasitas 6TB, Enterprise Capacity 3.5 HDD v4 mampu memberikan densitas kapasitas tertinggi yang diperlukan untuk menyimpan data tidak terstruktur dalam HDD berukuran 3.5 inch.

Mendukung densitas simpan data per meter persegi yang paling tinggi di industri, drive ini diumbar memiliki kapasitas 50% lebih tinggi dari drive nearline generasi sebelumnya (4TB).

Dengan kecepatan 7200-RPM, teknologi ramp load, dan sensor kelembaban, drive ini disebut-sebut mampu memberikan kinerja optimal walaupun ditempatkan di lingkungan yang tidak bersahabat, termasuk mengoptimalkan penggunaan listrik karena memenuhi standar T10 dan T13, yang dapat menghemat daya sampai 90%.

SUmber : http://inet.detik.com/read/2014/04/15/162551/2555934/317/seagate-geber-drive-6-tb-tercepat-di-dunia?i992202105

Perbedaan Pop 3 vs IMAP

POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol email yang digunakan untuk mengambil email dari server. Protokol POP3 ditujukan agar ada yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerimanya di komputernya.

IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses atau mengambil email dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan email yang akan diambil, membuat folder di server, mencari pesan email tertentu, maupun menghapus pesan email yang ada. Jelas ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali. Dengan IMAP terjadi komunikasi dua arah, sehingga terjadi sinkronisasi data. Berbeda dengan POP yang hanya satu arah, yaitu download saja dari email server ke komputer.

Perbedaan nya sebagai berikut :

POP3

1. Email harus didownload terlebih dahulu sebelum ditampilkan sehingga memiliki beberapa kelemahan seperti : Anda harus mendownload lagi dari awal secara berulang – ulang jika menggunakan komputer yang berbeda.
2. Email yang sudah didownload ke komputer akan terhapus dari server tergantung dari setting Email client. Jika hal ini terjadi, maka saat Anda menggunakan komputer lainnya, Anda tidak bisa lagi membaca semua email anda secara penuh.
3. Semua email dan file attachment akan terdownload secara menyeluruh saat melakukan cek email dari email client.
4. Outgoing Email hanya akan tersimpan secara lokal di komputer (email client).
5. Anda hanya bisa mengatur email di komputer lokal saja. Saat anda menghapus sebuah email, maka hanya email di komputer Anda saja yang terhapus, sedangkan di email server tetap ada dan harus anda hapus secara manual.
6. Butuh waktu yang lama untuk reload email dari email server ke komputer Anda.

IMAP

1. Email masih tersimpan di server email sehingga tidak perlu mendownload semua email dari awal jika diakses menggunakan komputer lain. Perubahan yang dilakukan di komputer satu akan berdampak pada email server dan komputer yang lain tentunya.
2. Sangat mudah dalam mengidentifikasi Email yang belum terbaca.
3. Pesan yang didownload hanya pesan yang anda akses saat itu untuk ditampilkan di komputer remote. Lebih praktis, cepat dan hemat waktu.
4. Outgoing Email bisa tersimpan secara realtime di email server dan bisa diakses oleh komputer manapun yang menggunakan IMAP.
5. Anda bisa mengatur email server dari komputer secara real time. Saat anda mengapus email di komputer remote, maka anda juga telah menghapusnya dari Email server. Sinkronisasi antara server email dan komputer akan selalu terjadi secara otomatis sehingga yang kita akses di komputer adalah kondisi email secara real time yang ada di email server.
6. Waktu reload email jauh lebih cepat dari POP dan sinkronisasi antara email server dan komputer remote akan selalu terjadi secara otomatis saat anda melakukan aktivitas di komputer remote anda.

 

POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol email yang digunakan untuk mengambil email dari server. Protokol POP3 ditujukan agar ada yang menampung email untuk sementara sampai email tersebut diambil oleh penerimanya di komputernya.

IMAP (Internet Message Access Protocol) adalah protokol standar untuk mengakses atau mengambil email dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan email yang akan diambil, membuat folder di server, mencari pesan email tertentu, maupun menghapus pesan email yang ada. Jelas ini jauh lebih baik daripada POP (Post Office Protocol) yang hanya memperbolehkan kita mengambil/download semua pesan yang ada tanpa kecuali. Dengan IMAP terjadi komunikasi dua arah, sehingga terjadi sinkronisasi data. Berbeda dengan POP yang hanya satu arah, yaitu download saja dari email server ke komputer.

Slot Orbit Dicabut, Bagaimana Nasib Pelanggan Satelit Indosat?

Jakarta – Manajemen Indosat terus mencari cara agar masih bisa menyelamatkan bisnis satelit perusahaan pasca dicabutnya hak pengelolaan slot orbit 150,5° BT. Mereka tentunya tak mau kehilangan bisnis senilai Rp 238 miliar begitu saja.

“Sekarang yang menjadi perhatian kami adalah pelanggan satelit yang menyewa untuk jangka panjang ke Indosat,” ujar President Director & CEO Indosat Alexander Rusli ketika ditemui usai peluncuran Hiperbola 888 di gedung Indosat, Jakarta, Senin (14/4/2014).

Menurutnya, ada kemungkinan Indosat menyewa transponder dari pihak lain dan disewakan kembali. “Tetapi marginnya kecil sekali. Soalnya sewa satu transponder saja sekitar USD 1 juta hingga USD 1,2 juta,” kata Alex, panggilan akrabnya.

Indosat sendiri terus mencoba segala cara untuk menyelamatkan bisnis satelitnya. Anak usaha Ooredoo ini tak mau begitu saja menyerah pasca dicabutnya hak pengelolaan slot orbit 150,5° BT oleh pemerintah pada 26 Maret 2014 lalu.

Alex memaparkan, pihaknya tengah menjajaki opsi untuk bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang akan menjadi pengelola slot orbit satelit 150,5° BT berikutnya.

“Kami memang disarankan oleh Kementerian Kominfo untuk bicara dengan BRI terkait bisnis satelit berikutnya. Tetapi, setelah ada surat dari pemerintah, diskusi jadi berjalan lamban,” katanya.

Alex menjelaskan, Indosat sebenarnya agak kesulitan berkerjasama dengan BRI jika posisinya menyewa transponder. Karena sesuai aturan yang ada, BRI tidak diperkenankan menyewakan transponder di luar kebutuhannya.

“Izin BRI jika mengelola slot orbit itu nantinya Telsus (telekomunikasi khusus), itu tidak boleh dikomersialkan. Karena itu kami sekarang lebih memilih meminta klarifikasi terhadap kebijakan pemerintah yang mencabut hak kelola slot orbit itu dari Indosat,” ujarnya.

Jika slot orbit itu memang benar-benar telah lepas dari Indosat, Alex mengatakan, pihaknya masih memiliki satu slot orbit lagi yang dikelola yakni 113° BT yang ditempati satelit Palapa D.

Bisnis satelit sendiri selama ini berkontribusi sekitar 1% terhadap pendapatan usaha Indosat. Di 2013 lalu, pendapatan usaha Indosat tercatat Rp 23,8 triliun, itu berarti bisnis satelit berkontribusi Rp 238 miliar terhadap pendapatan usaha Indosat.

Pemerintah sendiri pasca mencabut hak kelola slot orbit 150,5° BT dari Indosat, condong memilih BRI sebagai pengelola. Bank pelat merah ini kabarnya menyiapkan dana sekitar USD 200 juta untuk membangun dan meluncurkan satelit di slot 150,5° BT.

SUmber : http://inet.detik.com/read/2014/04/14/182101/2554944/328/slot-orbit-dicabut-bagaimana-nasib-pelanggan-satelit-indosat?i992202105